Profil Desa Margapadang
Ketahui informasi secara rinci Desa Margapadang mulai dari sejarah, kepala daerah, dan data lainnya.
Tentang Kami
Desa Margapadang di Kecamatan Tarub, Tegal, merupakan wilayah agraris yang dinamis dengan populasi padat dan kehidupan sosial budaya yang kental. Berbasis pada sektor pertanian dan ditopang oleh semangat gotong royong, desa ini terus berkembang secara man
-
Pusat Pertanian Strategis
Sebagian besar wilayah Desa Margapadang ialah lahan pertanian subur, menjadikannya salah satu penopang ketahanan pangan di Kecamatan Tarub dengan padi sebagai komoditas utama
-
Kehidupan Sosial dan Budaya yang Kuat
Masyarakat Desa Margapadang aktif melestarikan tradisi gotong royong dan nilai-nilai keagamaan melalui berbagai kegiatan komunal seperti Sedekah Bumi, tahlil akbar, dan perayaan hari besar yang mempererat ikatan sosial
-
Demografi Padat sebagai Potensi dan Tantangan
Dengan kepadatan penduduk mencapai lebih dari 3.800 jiwa per kilometer persegi, Desa Margapadang memiliki sumber daya manusia yang melimpah, sekaligus menghadapi tantangan dalam pengelolaan tata ruang dan penyediaan layanan publik
Terletak di tengah lanskap agraris yang subur di Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Desa Margapadang menampilkan profil wilayah yang tangguh dan dinamis. Desa ini tidak hanya menjadi simpul penting dalam struktur pemerintahan lokal, tetapi juga merupakan cerminan dari kehidupan perdesaan Jawa yang terus beradaptasi dengan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi. Dengan potensi utama di sektor pertanian dan kekayaan sosial budaya, Margapadang secara konsisten menunjukkan perannya sebagai salah satu desa vital di bagian timur laut Kabupaten Tegal.
Desa Margapadang, yang dipimpin oleh Kepala Desa Ali Wardono, SH (berdasarkan data hingga tahun 2023), terus bergerak maju dalam pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Letaknya yang strategis di dalam Kecamatan Tarub menjadikan desa ini sebagai kawasan yang hidup, didukung oleh aktivitas ekonomi warganya serta semangat kebersamaan yang terawat baik. Profil ini akan mengulas secara mendalam berbagai aspek Desa Margapadang, dari kondisi geografis dan demografi, hingga denyut nadi perekonomian dan kekayaan sosial yang membentuk identitasnya.
Geografi dan Kondisi Wilayah
Desa Margapadang secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tegal tahun 2023, desa ini memiliki luas wilayah yang relatif terbatas, yakni 0,95 kilometer persegi. Wilayahnya didominasi oleh dataran rendah dengan topografi persawahan yang luas, mencerminkan fungsinya sebagai salah satu lumbung padi di kecamatan tersebut.
Secara geografis, Desa Margapadang terletak pada koordinat 6°55′18″ Lintang Selatan dan 109°12′13″ Bujur Timur. Ketinggian rata-rata wilayahnya berkisar antara 100 hingga 499 meter di atas permukaan laut, kondisi yang ideal untuk pertanian tanaman pangan, khususnya padi sawah.
Adapun batas-batas wilayah administrasi Desa Margapadang, meskipun tidak tercatat secara rinci dalam publikasi resmi, dikelilingi oleh desa-desa lain di dalam Kecamatan Tarub. Di sebelah utara, wilayahnya berbatasan dengan Desa Mangunsaren. Di sebelah timur, berbatasan dengan Desa Kesamiran. Sebelah selatan dibatasi oleh Desa Kalijambe dan di sebelah barat berbatasan langsung dengan Desa Kedokansayang. Lokasi ini menempatkan Margapadang di tengah-tengah gugusan desa agraris lainnya, yang secara kolektif membentuk karakter ekonomi dan sosial Kecamatan Tarub.
Demografi dan Kependudukan
Menurut data kependudukan yang dirilis oleh BPS Kabupaten Tegal untuk tahun 2023, Desa Margapadang dihuni oleh 3.642 jiwa. Komposisi penduduknya terdiri dari 1.847 laki-laki dan 1.795 perempuan, menunjukkan rasio jenis kelamin yang cukup seimbang. Angka ini menempatkan Margapadang sebagai salah satu desa dengan populasi yang signifikan di Kecamatan Tarub.
Dengan luas wilayah hanya 0,95 km², tingkat kepadatan penduduk di Desa Margapadang tergolong sangat tinggi, mencapai sekitar 3.833 jiwa per kilometer persegi. Kepadatan ini menunjukkan bahwa wilayah permukiman di desa ini cukup padat, berdampingan dengan lahan pertanian yang menjadi sumber utama penghidupan. Tingginya angka populasi ini merupakan potensi sumber daya manusia yang besar bagi pembangunan desa, namun sekaligus menjadi tantangan dalam hal penyediaan layanan dasar, infrastruktur, dan pengelolaan lingkungan. Mayoritas penduduknya merupakan Suku Jawa dengan bahasa pengantar sehari-hari yaitu Bahasa Jawa dialek Tegalan yang khas.
Pemerintahan dan Layanan Publik
Struktur pemerintahan Desa Margapadang dijalankan oleh Pemerintah Desa yang terdiri dari Kepala Desa beserta jajaran perangkatnya, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai lembaga legislatif di tingkat desa. Kantor pusat pemerintahan desa berlokasi di Balai Desa Margapadang, yang beralamat di Jalan Wanabhakti No. 01. Balai desa ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi, tetapi juga sebagai pusat kegiatan masyarakat, seperti musyawarah, perayaan, dan acara-acara penting lainnya.
Di sektor pendidikan, Desa Margapadang telah memiliki fasilitas pendidikan dasar yang memadai untuk melayani warganya. Terdapat setidaknya dua sekolah dasar negeri yang aktif beroperasi, yaitu SD Negeri Margapadang 01 dan SD Negeri Margapadang 02. Keberadaan kedua sekolah ini menjadi pilar utama dalam pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak usia sekolah di desa tersebut, sejalan dengan program wajib belajar pemerintah.
Untuk layanan kesehatan, masyarakat Desa Margapadang mengandalkan fasilitas kesehatan yang tersedia di tingkat kecamatan. Puskesmas terdekat yang menjadi rujukan utama yaitu Puskesmas Tarub yang berlokasi di Desa Mindaka dan Puskesmas Pembantu di desa-desa sekitar. Meskipun belum memiliki puskesmas sendiri, aksesibilitas terhadap layanan kesehatan tetap terjamin melalui keberadaan puskesmas keliling dan pos kesehatan desa (PKD) yang secara rutin memberikan pelayanan.
Perekonomian dan Potensi Lokal
Perekonomian Desa Margapadang sangat bertumpu pada sektor agraris. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani, dengan padi sebagai komoditas utama yang dibudidayakan di lahan-lahan sawah beririgasi teknis. Produktivitas pertanian di wilayah ini didukung oleh kondisi tanah yang subur dan ketersediaan air yang cukup, menjadikannya salah satu pemasok beras penting di tingkat lokal. Selain padi, komoditas pertanian lain seperti jagung dan palawija juga dikembangkan oleh petani untuk diversifikasi tanaman dan pendapatan.
Di luar sektor pertanian, denyut perekonomian juga terlihat dari sektor perdagangan dan jasa skala kecil. Banyak warga yang membuka warung, toko kelontong, atau usaha kecil lainnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Perkembangan sektor penyediaan akomodasi dan makanan-minuman di Kecamatan Tarub secara umum juga memberikan imbas positif bagi warga Margapadang, membuka peluang kerja di luar sektor pertanian.
Meskipun belum ada data spesifik mengenai produk unggulan atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menonjol dari Desa Margapadang, potensi pengembangan ekonomi lokal tetap terbuka lebar. Peningkatan hasil pertanian melalui inovasi teknologi, serta pengembangan industri pengolahan hasil tani (agroindustri) skala kecil, dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.
Kehidupan Sosial dan Budaya
Salah satu aset terbesar Desa Margapadang ialah kehidupan sosial dan budayanya yang hidup dan terawat. Semangat gotong royong, yang dalam budaya Jawa dikenal dengan istilah "tarub", masih menjadi landasan utama dalam interaksi sosial masyarakat. Kegiatan kerja bakti, perbaikan fasilitas umum secara swadaya, dan saling membantu saat ada hajatan merupakan pemandangan yang lazim di desa ini.
Nilai-nilai religius juga sangat kental mewarnai kehidupan sehari-hari. Hal ini tecermin dari berbagai kegiatan keagamaan yang rutin diselenggarakan, seperti tahlil dan doa bersama yang diadakan di balai desa atau musala. Acara-acara seperti ini, terutama dalam rangka memperingati hari besar nasional maupun keagamaan, menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Tradisi budaya lokal yang masih lestari hingga kini yaitu Sedekah Bumi. Ritual ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah. Biasanya, perayaan Sedekah Bumi diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari doa bersama, arak-arakan hasil bumi, hingga pertunjukan seni tradisional seperti wayang santri. Acara ini tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi atraksi budaya yang memperkuat identitas desa dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari wisata budaya. Perayaan lain yang tak kalah meriah yaitu Halal bi Halal setelah Idulfitri, yang sering kali diisi dengan panggung hiburan musik untuk seluruh warga.
Menatap Masa Depan Desa Margapadang
Desa Margapadang, dengan segala potensi dan dinamikanya, merupakan contoh nyata sebuah desa di Jawa Tengah yang terus berjuang untuk mencapai kemajuan. Kekuatan utamanya terletak pada kombinasi antara sumber daya alam berupa lahan pertanian yang produktif dan sumber daya manusia dengan ikatan sosial yang kuat. Kepemimpinan yang aktif dan partisipasi masyarakat yang tinggi menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama yang berkaitan dengan kepadatan penduduk dan persaingan ekonomi.
Ke depan, dengan pengelolaan yang tepat, Desa Margapadang memiliki peluang besar untuk berkembang lebih jauh. Optimalisasi sektor pertanian melalui modernisasi, pengembangan UMKM berbasis potensi lokal, serta pelestarian budaya sebagai daya tarik unik ialah beberapa langkah yang dapat membawa Desa Margapadang menuju masa depan yang lebih sejahtera dan mandiri, sambil tetap menjaga kearifan lokal yang menjadi jiwanya.
